Pengen liburan yang berbeda dari biasanya? maka Anda bisa pergi ke tempat-tempat baru yang asyik dan populer di Jogjakarta. Karena Jogja populer dengan wisata sejarahnya, maka Anda bisa mengatur liburan kali ini dengan mengelilingi beberapa peninggalan bersejarah di Jogja, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan juga Candi Ratu Boko. Nama kompleks candi ini memang tidak sepopuler Candi Borobudur dan Prambanan namun untuk urusan sejarah, Ratu Boko memiliki jejak sejarah yang tidak kalah menariknya.

Sejarah Keraton Ratu Boko

Berdasarkan catatan sejarah dari Kerajaan Mataram Kuno di abad ke-8,  Keraton Ratu Boko telah lama digunakan oleh Dinasti Syailendra jauh-jauh hari sebelum Raja Samaratungga dan Rakai Pikatan. Kerajaan Mataram Kuno tidak sekedar meninggalkan kitab dan prasasti kuno saja, namun juga membangun banyak sekali candi bercorak Hindu dan Buddha. Penemuan artefak dari emas di kawasan Wonoboya menunjukkan keindahan karya seni serta kekayaan budaya dan candi candi peninggalan dari Kerajaan Mataram Kuno seperti Candi Prambanan, Candi Kalasan, Candi Sewu, Candi Borobudur dan masih banyak lagi. Dan berdasarkan sebuah kitab kuno ciptaan Rakai Pikatan tahun 746-784, bangunan yang ada di sekitar Candi Ratu Boko di Jogja bernama Abhayagiri Vihara. Tahukah Anda jika kata “Ratu Boko” berasal dari cerita penduduk setempat. Ratu Boko dalam bahasa Jawa artinya “Raja Heron” yang mana merupakan ayah Roro Jonggrang yang lantas menjadi nama utama dari candi di kompleks Candi Prambanan.

candi ratu boko

Restorasi Dari Candi Ratu Boko

Penemuan Pertama Kali Keraton Ratu Boko Jogja

Situs Ratu Boko pertama kalinya ditemukan pada tahun 1790 oleh Van Boeckholtz dan dilanjutkan dengan penelitian yang dimulai pada tahun 1915 FDK Boltz menyimpulkan jika situs Ratu Boko adalah sebuah keraton. Adapun pencatata penelitian serta pemugaran terus menerus dilakukan di masa penjajahan Belanda dan juga Jepang. Sedangkan pada tahun 1950, pemugaran dilakukan hingga tahun 1952 di mana gapura utama I telah selesai dipugar serta Gapura Utama II selesai dipugar pada tahun 1954.

Petilasan Ratu Boko

Petilasan Ratu Boko terkenal sebagai salah satu dari 3 tempat terbaik yang biasa dikunjungi warga sekitar sebagai  tempat terbaik untuk melihat dan menikmati sunset cantik di Jogjakarta. Adapun dua tempat sebelumnya adalah Pantai Indrayanti dan Gunung Purba Nglanggeran. Candi Ratu Boko di Jogja berada tidak begitu jauh dari kawasan Candi Prambanan, tepatnya ada di Jalan Solo Km. 17, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan dan Kabupaten Sleman. Bila berjalan dari pertigaan Prambanan, Anda bisa mengambil arah kanan dan sekitar 3 Km dari situ sampailah Anda di kawasan sejarah Ratu Boko.

sunset candi ratu boko

Nikmati Sunset Cantik Di Ratu Boko

Berada tepat di atas Bukit Seribu dengan ketinggan sekitar 200 meter dari atas permukaan lautan, tempat ini sangat ideal untuk menikmati kecantikan matahari terbenam. Selain sunset cantik, kita juga bisa menikmati keindahan Candi Prambanan dengan Gunung Merapi serta Gunung Merbabu sebagai latar belakangnya. Kasarnya, separuh kota Jogjakarta bisa kita lihat dengan cukup jelas dari atas Bukit Seribu.

Semburat awan hitam yang muncul di atas langit dan siluet gapura petilasan serta rona jingga dari matahari merupakan perpaduan indah dari keindahan sunset atau lihat saja bukti sejarah Kerajaan Mataram Kuno yaitu Candi Ratu Boko secara langsung. Tidak ada salahnya untuk berkunjung bukan?. Ayo segera reservasi paket AADC yang menyusuri tempat syuting Rangga dan Cinta, yang salah satu tempat tujuannya adalah Candi Ratu Boko.